Olahraga mempunyai cara untuk memikat hati dan pikiran kita, dengan momen-momen tak terlupakan yang membuat kita gelisah. Salah satu momen yang telah mendarah daging dalam sejarah olahraga adalah buzzer beater. Buzzer beater adalah tembakan di detik-detik terakhir yang dilakukan tepat sebelum jam berakhir, sering kali menentukan hasil pertandingan dan mengukir nama pemain ke dalam pengetahuan olahraga.
Selama bertahun-tahun, buzzer beater telah memberikan beberapa momen paling mendebarkan dan berkesan dalam olahraga. Dari bola basket hingga sepak bola, tembakan-tembakan penentu kemenangan ini telah membangkitkan kekaguman dan kekaguman para penggemar di seluruh dunia. Mari kita lihat beberapa buzzer beater paling ikonik dalam sejarah olahraga.
Dalam bola basket, buzzer beater adalah kejadian umum, namun ada beberapa pukulan yang menonjol dibandingkan pukulan lainnya. Salah satu buzzer beater paling terkenal dalam sejarah NBA terjadi pada tahun 1989, ketika Michael Jordan melakukan pukulan “The Shot” untuk mengangkat Chicago Bulls atas Cleveland Cavaliers di babak playoff. Dengan hanya beberapa detik tersisa, Jordan melaju ke keranjang dan melakukan pelompat gantung melewati Craig Ehlo, mengamankan tempatnya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.
Dalam bola basket perguruan tinggi, buzzer beater adalah ritual bagi para pemain yang ingin membuat nama untuk diri mereka sendiri. Salah satu momen paling berkesan terjadi di Turnamen NCAA 2016, ketika Kris Jenkins dari Villanova melakukan tembakan tiga angka saat bel berbunyi untuk mengalahkan North Carolina dalam pertandingan kejuaraan nasional. Tendangan itu merupakan akhir yang tepat untuk permainan yang mendebarkan dan mengukuhkan tempat Jenkins dalam sejarah bola basket perguruan tinggi.
Di luar bola basket, buzzer beater juga meninggalkan jejaknya di olahraga lain. Dalam sepak bola, gol di detik-detik terakhir sama menyenangkannya dengan tembakan penentu kemenangan. Salah satu buzzer beater paling terkenal dalam sejarah sepak bola terjadi di final Liga Champions UEFA 2012, ketika pemain Chelsea Didier Drogba mencetak gol penyeimbang di akhir pertandingan dan tendangan penalti kemenangan untuk mengalahkan Bayern Munich. Penyelesaian dramatis ini mengakhiri perjalanan luar biasa Chelsea dan mengukuhkan status Drogba sebagai legenda klub.
Baik di lapangan kayu keras atau di lapangan, buzzer beater mempunyai cara untuk memikat penggemar dan menciptakan kenangan abadi. Mereka mengingatkan kita akan keajaiban dan ketidakpastian olahraga, serta sensasi menyaksikan momen yang akan dibicarakan selama bertahun-tahun yang akan datang. Jadi, lain kali Anda melihat momen penentu kemenangan di bel, luangkan waktu sejenak untuk mengapresiasi kehebatan momen tersebut dan para atlet yang membuat semuanya menjadi mungkin.
